|
A. Apa itu PDPJOI ?
PDPJOI adalah kependekan dari Pangkalan Data Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia . PDPJOI ini didirikan oleh Asdep Ordik (Asisten Deputi Olahraga Pendidikan) Deputi Pemberdayaan Olahraga, Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) Republik Indonesia tahun 2006. Tujuannya untuk menghimpun data-data dasar satuan pendidikan untuk mengukur kemajuan bidang pendidikan jasmani dan olahraga (penjasor) di Indonesia . Data dasar yang dihimpun dari masing-masing satuan pendidikan meliputi 3 aspek, yaitu:
- ketersediaan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan penjasor
- ketersediaan tenaga pelaksana penjasor
- Hasil kerja satuan pendidikan 1 tahun terakhir terkait peningkatan mutu penjasor di satuan pendidikan tersebut. Data yang terkumpul selanjutnya diolah dan ditampilkan dalam bentuk nilai dan kategori yang mencerminkan tingkat kemajuan pendidikan jasmani dan olahraga satuan pendidikan tersebut.
B. Manfaat PDPJOI
PDPJOI merupakan lembaga/ unit kerja ad-hoc dalam KEMENEGPORA RI untuk mendukung pembangunan pendidikan jasmani dan olahraga di Indonesia . Setidaknya ada 3 manfaat yang bisa diperolah yaitu:
- data yang dihimpun Tim PDPJOI dapat dipakai sebagai bahan evaluasi diri satuan pendidikan yang bersangkutan dan lembaga-lembaga penanggungjawab terlaksananya kegiatan penjasor di atas satuan pendidikan (dinas pendidikan tingkat kecamatan, kabupaten/ kota , propinsi, maupun Kemenegpora dan Depdiknas). Kemampuan lembaga untuk mengevaluasi diri merupakan modal utama dalam meningkatkan mutu
- Data-data PDPJOI akan mempermudah identifikasi akar masalah yang mengganjal kemajuan pelaksanaan pendidikan jasmani dan olahraga di satuan pendidikan maupun lembaga penanggungjawab di atasnya. Terumusnya akar masalah merupakan modal utama untuk merencanakan tindakan perbaikan. Dengan indikator & parameter yang jelas dapat digunakan untuk merumuskan tindakan strategis guna mencegah munculnya masalah yang baru melalui sistem penjaminan mutu pelaksanaan penjasor, baik di tingkat satuan pendidikan maupun di lembaga penanggungjawab di atasnya
- PDPJOI dapat menampilkan skor dan kategori kemajuan pelaksanaan penjasor satuan pendidikan maupun nilai dan kategori yang merupakan cerminan rata-rata tingkat nasional, propinsi, kabupaten/ kota, hingga tingkat kecamatan. Skor total maksimal 1000 yang merupakan akumulasi dari nilai maksimal 300 untuk ketersediaan sarana dan prasarana pelaksanaan penjasor, 300 untuk ketersediaan tenaga pelaksana penjasor, dan skor 400 untuk kinerja penjasor dalam kurun 1 tahun berlalu. Nilai-nilai tersebut selanjutnya dikategorikan dalam 5 tingkat yaitu kategori A, B, C, D, dan E. Masing-masing kategori ini dapat dipakai sebagai ukuran kemajuan pelaksanaan penjasor di masing-masing satuan pendidikan maupun di wilayah kerja tertentu.
C. Bantuan yang diperlukan PDPJOI
Krisis prestasi olahraga nasional dan ketertinggalan pembangunan di bidang pendidikan yang kita rasakan sekarang ini patut menjadi cambuk bagi lembaga-lembaga terkait untuk menata kembali langkah-langkahnya sehingga mampu memberi sumbangan yang bermakna/signifikan sesuai dengan bidang garapan masing-masing. PDPJOI jelas memiliki posisi strategis dalam mekanisme penjaminan mutu pelaksanaan penjasor di Indonesia . Roh PDPJOI terletak pada kualitas data dan keluasan wilayah pengumpulan data. Oleh karena itu segala bantuan yang mengarah pada penjaminan mutu data dan memperluas wilayah pengumpulan data sangat diperlukan. Singkatnya, impian Tim PDPJOI adalah memotret data pelaksanaan penjasor secara nasional (di 440 kabupaten/ kota ) secara berkala. Saat kita dapat memperoleh potret diri pelaksanaan penjasor nasional nanti, tahun itu merupakan tonggak sejarah dimulainya era pembangunan nasional bidang penjasor yang terukur. Hal semacam ini telah dilakukan oleh Negara-negara lain yang sudah maju, misalnya negara Jepang yang sudah memiliki data kebugaran jasmani siswa SD sampai dengan SMA sejak 42 tahun 1964 dan pengukuran berlangsung setiap tahun sekali sampai sekarang. Tahun berapa Tim PDPJOI mampu memulai era pembangunan nasional bidang penjasor secara terukur seperti itu? Jawabnya tergantung pada kesanggupan lembaga-lembaga terkait penjasor nasional untuk membantu terwujudnya potret nasional secara utuh (440 kabupaten/kota).
|